Friday, October 10, 2008

Ketika Tita = "Joe" dan Motulz = "Bro"

Tadi siang, di sebuah kantor dinas di Bandung:

H: Saya lihat gambar kamu di Pikiran Rakyat kemaren. Bagus, saya klipping.
T: Hehe.. Terima kasih, Bu
H: Terus, dapet proyek juga ya dari RadNet?
T (bingung): Heu? Enggak kok..
H: Ada gambarnya, kamu banget, pake baju kotak2 gitu, di kalender mereka. Ada di kamar anak2, sebentar saya ambilkan...
(kembali dari ruang staff, membawa kalender meja)
H: Ini kan gambar kamu. Bukan?
T (kaget): Eh iyaa! Tapi saya nggak pernah nggambar ini untuk mereka! Ini saya buat waktu saya iseng2 bikin komik Memaki Motul Karena!

Terus kalendernya saya bawa pulang, buat bukti. Enaknya diapain ya? Kirim tagihan aja gitu ke RadNet? :P
Buat yang ngambil gambar saya, mewarnai dan mengganti2nya lalu menggunakannya sebagai bahan visual tercetak, tanpa ijin: coba belajar etika lagi deh. 

p.s. Kalau mau zoom gambar, ada di sini











































Ini email saya ke RadNet:

Pemakaian gambar pribadi tanpa ijin, untuk materi promosi RadNet

Kepada Yth. Pimpinan RadNet,

Saya adalah seorang dosen di Bandung yang memiliki situs pribadi (menggunakan Multiply dengan identitas esduren) yang saya gunakan untuk mengunggah catatan-catatan pribadi, dalam bentuk teks maupun gambar, untuk berbagi cerita atau pemikiran dengan teman-teman dan keluarga. Sebagaimana umumnya catatan-catatan pribadi, tiap dokumen yang saya unggah tersebut bersifat personal dan memiliki makna tersendiri bagi pembuatnya. Sehingga saya terkejut ketika pada hari ini menemukan beberapa catatan-gambar saya pada sebuah kalender meja tahun 2008 yang dibuat oleh RadNet (beberapa gambar dari kalender tersebut telah saya pindai dan unggah di http://esduren.multiply.com/photos/album/122/Ketika_Tita_Joe_dan_Motulz_Bro).

Gambar-gambar tersebut telah diberi warna dan diganti beberapa detailnya, namun siapa pun yang mengenal saya akan segera dapat mengidentifikasikannya sebagai gambar-gambar saya - meskipun diberi teks sehingga seolah-olah bercerita mengenai pengalaman pelanggan RadNet.

Saya yakin, gambar-gambar tersebut pasti telah diambil dari Multiply saya (alamat: http://esduren.multiply.com/photos/album/73/memaki_motul_karena), karena hanya di situs itulah gambar-gambar tersebut saya unggah. Saya sangat menyesalkan hal diubahnya gambar-gambar tersebut dan dicetak di sebuah produk yang mengatas-namakan sebuah perusahaan yang telah cukup ternama, tanpa sepengetahuan dan tanpa seijin saya, pembuat dan pemilik hak cipta gambar-gambar tersebut.

Sebagai sebuah perusahaan penyedia layanan Internet, tentunya RadNet mengetahui dasar etika menggunakan sumber informasi dan gambar dari Internet. RadNet seharusnya dapat menghargai hasil karya seseorang dan tidak memandang remeh hak pribadi seseorang berkenaan dengan karyanya yang diunggah di situs pribadinya.

Saya tunggu tanggapan dari RadNet.


Hormat saya,



Dr. Dwinita Larasati, MA
KK Manusia & Produk Industri
Program Studi Desain Produk
Fakultas Seni Rupa dan Desain
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10
Bandung 40135

T 022 2514832
F 022 2534162
E titalarasati@gmail.com

59 comments:

  1. Halah, gak sopan amat! Musti serius dituntut tuh, jangan didiemin aja.

    ReplyDelete
  2. bujubuset dah... turut berduka cita dan ikutan sebel juga # T_T
    gbr yg lu attach kurang jelas tulisannya... diganti gak sama si oknum radnet?

    ReplyDelete
  3. ancur... kurang ajar pisan si radnet.....!^%%!&*#%^^&@&^%%$%#@!@!!!!!

    ReplyDelete
  4. serbu. trus update ya, pengen tau terusannya.

    ReplyDelete
  5. Aduh, tega bener!! Ditunggu kelanjutan critanya...

    ReplyDelete
  6. Asem tenan....
    Diusut ampe tuntas Ta.

    ReplyDelete
  7. menurut sy kesalahan terbesar ada di designer(kalender)nya, yg menjual karya orang ke orang lain (radnet) mungkin orang-2 di radnet juga tidak tahu kalo gambar-gambar ini adalah jiplakan. kita dukung esduren untuk mendapatkan kembali haknya. hidup kartunis

    ReplyDelete
  8. benar2 gak tau etika nih perusahaan. maju tak gentar, ta...bawa ke meja hijau. jangan berhenti di meja damai. hak dan karya kamu benar2 diinjak nih sama perusahaan/desainer pemalas dan tidak tahu diri. maunya enak sendiri.

    ReplyDelete
  9. jangan lupa posting e-mail ini juga di media massa.

    (jangan lupa juga 5%nya...)

    ReplyDelete
  10. sip! damprat aja! damprat! :D

    ReplyDelete
  11. Tita, tuntut radnet!
    maju terus pantang mundur!

    ReplyDelete
  12. Adududu... ditunggu updatenya ya Ta. Kelewatan banget. Media juga perlu nih.

    PS: berharap bisa membantu lebih banyak :(

    ReplyDelete
  13. iya ta... kirim tagihan ajeeeee... disertai tuntutan hukumm....

    ReplyDelete
  14. oouuuuuuchhhh ...
    BETEin banget Ta :(
    yang lebih bete in lagi : udah jiplak, warnain nya jelek pula, bikin rusak gambar asli nya :(

    ReplyDelete
  15. wah...mbak kalo sampe gak Ada respon jg,
    kirim surat pembaca aja k Kompas!

    ReplyDelete
  16. sangat ditunggu perkembangan kasusnya...

    ReplyDelete
  17. turut prihatin bu, memang resiko ngupload2 karya ke internet...semoga digubris oleh pihak radnetnya

    ReplyDelete
  18. Dear all,

    Terima kasih atas dukungannya, sangat berarti sekali. Kemaren saya sudah ngobrol dengan Rizky Adiwilaga, teman yang juga lawyer HaKI dan sama2 ngajar di Desain Produk ITB. Sekarang Rizky sedang menyiapkan surat resmi (berbahasa hukum) untuk RadNet, sementara saya merapihkan bukti2 utk disertakan dengan surat tsb. Selanjutnya, bila ada tanggapan dari RadNet, Rizky yang akan menindak-lanjutinya selaku representatif saya.

    Nanti saya kabar2i lagi ya! Sekali lagi terima kasih!

    ReplyDelete
  19. Mas Esduren langsung saja mengajak pihak RADNET bertemu membicarakan hal ini sebagai pendahuluan agar dapat dijelaskan situasinya. Setahu saya banyak pihak yang turut serta dalam pembuatan sebuah merchandise, bisa RADNET atau pihak vendor. Saya tidak percaya hal ini dilakukan secara terencana oelh sebuah badan usaha seperti RADNET dimana mereka menjual jasa kepada public, paling tidak yaitu oknum pegawai. Monggo untuk bertemu dan berbicara bagaikan 2 teman, jangan sampai belum apa-apa sudah jadi musuh.... nah kalo sudah begini khan repot..

    ReplyDelete
  20. saya sependapat dengan Zaloe mengenai hal ini

    ReplyDelete
  21. mas es duren? hihihihihi....
    *maap... ga tahan buat ngikik* :P

    ReplyDelete
  22. @alabdebau: kita juga nggak nyari musuh kok :) tapi saya juga bukan temannya RadNet. ada etika pemakaian informasi yang harus dipatuhi oleh semua pihak, termasuk perusahaan besar semacam RadNet, dan ini yang akan kita klarifikasi.

    @harlia: "esduren" versinya RadNet kan udah jadi "Joe"... *sigh*

    ReplyDelete
  23. oia ya...
    jadi, kapan ya kita bisa ketemu, mbak Joe?
    kikikikikikk... :P

    ReplyDelete
  24. Harus segera dituntaskan oleh pihak Radnet. Saya tunggu perkembangan berikutnya. Salam.

    ReplyDelete
  25. Parah2 ga punya etika... ga diajarin diskolahan... (ups... apa iya waktu sekola dulu diajarin etika dan budi pekerti...)

    ReplyDelete
  26. Parah2 ga punya etika... ga diajarin diskolahan... (ups... apa iya waktu sekola dulu diajarin etika dan budi pekerti...)

    ReplyDelete
  27. Parah2 ga punya etika... ga diajarin diskolahan... (ups... apa iya waktu sekola dulu diajarin etika dan budi pekerti...)

    ReplyDelete
  28. Parah2 ga punya etika... ga diajarin diskolahan... (ups... apa iya waktu sekola dulu diajarin etika dan budi pekerti)

    ReplyDelete
  29. kalau saran saya sih, diskusi dengan pihak radnet, sekalian tanya ada kerjasama dengan pihak lain gak dalam pembuatan kalender itu? bentuk kerjasamanya bagaimana dst dst...

    segeblek gebleknya radnet, lebih caur orang yang memodifikasi gambar gambar itu...
    atau mungkin dia memang bukan ilustrator? tapi modifikator ? :D

    selamat berjuang ya mbak, semoga sukses....

    ReplyDelete
  30. Mantap Ta!! Harus begini. Sering kali kita malas urusan sama lawyer karena takut biaya ato takut 'musuhan'. BASI! Seperti kata elo, gimana juga etika2 harus dipatuhi, bahkan antar teman, apalagi perush. besar seperti Radnet.

    PS: dan gak bisa tuh misahin antara pribadi dan perus. kalo pribadi itu bertindak atas nama perush (dlm hal ini ngambil gambar elo untuk keuntungan radnet). Radnet dan karyawan itu harus tanggung jawab. Kalo kejadian ini di kantor gue, kantor dan gue pasti kena tuntut, dan kantor abis itu tuntut gue (kalo gue yg emang secara pribadi mengerjakan kerjaan gue dengan nyolong) secara kriminal! Tambah pula dipecat. Huh!

    ReplyDelete
  31. wah masih ada juga yang seperti ini ya...

    kok gak berubah-berubah sih???

    ReplyDelete
  32. menunggu berita gembira...
    --------------------------------------
    deuh Radnet mimpi apa nyewa plagiat :(

    ReplyDelete
  33. sudah banyak kata-kata makian dari khalayak ramai. Tapi biarlah saya nambahin satu makian lagi "Radnet Najis"

    ReplyDelete
  34. bener-bener nggak tau etika..kampungan..
    maju terus ta !
    kalo ada yang bisa aku bantu, kasih kabar yak..

    @ alabdebau : esduren=tita=perempuan..jadi harusnya manggilnya mbak :p

    ReplyDelete
  35. Dibahas lagi lho di koran, kalau ga salah sekarang Kompas...

    ReplyDelete
  36. eh... kasus gambarnya tita yg dijiplak ini sampe masuk kompas? O_o

    ReplyDelete
  37. bukan kok. tapi artikel ttg hak cipta.. kl nggak salah ttg patung asmat..

    ReplyDelete
  38. Ini masalah tanggung jawab dan kesadaran Mbak, ga boleh bawa2 masalah teman.
    Kalo ngga sampai kapan mau dewasa ?

    ReplyDelete
  39. HAKI harus diperjuangkan... dengan cara-cara yang menyenangkan semua pihak. Ada keteledoran kalau tidak bisa dibilang kebodohan! Saya mendukung segala hal yang berkenaan dengan HAKI dan juga etika-etika yang tidak diajarkan disekolah tapi diajarkan oleh komunitas (lingkungan). Teteh Tita dan Kang Rizky selamat berjuang.

    ReplyDelete
  40. Ta, turut prihatin dan sama-sama yg laen nunggu keadilan terjadi.

    Ditunggu kabar baiknya ya Ta...

    ReplyDelete
  41. Duh, untung ketahuan ya, Tita. Mudah2an cepat dapat tanggapan dari RadNet ya.

    ReplyDelete
  42. turut prihatin atas musibah tersebut...
    turut mendukung penegakan HAKI.....
    smoga masalah ini bisa jadi pelajaran untuk kitra semua, terutama para kom8ikus yang sudah sering diinjak-injak hak kekayaan itelektualnya oleh para penguasa dan pengusaha tak bermoral dan tak bermartabat.....
    salam....

    ReplyDelete
  43. wah sadis banget... harus diberi pelajaran mbak, biar bisa menghargai karya orang lain
    semoga berhasil...

    ReplyDelete
  44. bener2 ultimate nih. Udah dipake promosi (bukan lagi membajak demi kepentingan personal), diubah-ubah lagi. Mengherankan! Dikiranya ga bakal ada yang tau apa ya?

    Aku dukung mbak! Tuntuuuut!

    ReplyDelete
  45. "menurut sy kesalahan terbesar ada di designer(kalender)nya, yg menjual karya orang ke orang lain (radnet) mungkin orang-2 di radnet juga tidak tahu kalo gambar-gambar ini adalah jiplakan. kita dukung esduren untuk mendapatkan kembali haknya. hidup kartunis"
    gw stuju ma zaloe...dan sebisa mungkin perusahaan tetap teliti dengan kerjaan desainernya...

    ReplyDelete
  46. setuju deh dgn anda...tidak ada pertemanan dalam hal ini yang ada adalah tangung jawab, kesadaran dan kedewasaan agar hal ini tidak terulang lagi......mantabbbbb

    ReplyDelete