Showing posts with label xmas. Show all posts
Showing posts with label xmas. Show all posts

Sunday, December 10, 2006

Who Wants Cards?




Yesterday (Saturday 8 Dec) I participated in a Kerstmarkt at AHC, selling these hand-drawn greeting cards. I have a lot of the 12 series left (square with colourful background, colour-copies); 4 of the snowman series and 15 of the riendeer series left (the snowman and reindeer series are hand-drawn on thick art paper - so no two are identical - and are actually postcards).

I put them up here in a festive mood and am willing to send you one of your choice at no charge (just pm me your postal address). The snowman and reindeer cards are unique, so I'll give them away on the first-come-first-served basis. Hope you like them :)

p.s. I'm taking requests this week only and will start sending them out Monday Dec 18th.
p.p.s. Drawings of the 12 series are sticked on papers/cards with different colours, so what comes to you might have different background colour from what you see in this album.

*****************************************************************************************
*****************************************************************************************
NOTE: The postcards series, snowman and reindeer, are no longer available. You can only choose from the first twelve cards with colourful background.

******************************************************************************************
******************************************************************************************

Saturday, December 25, 2004

Natalan, dulu




Saben natalan, tahun kapanpun dan di manapun, yang teringat pasti acara natalan di Salatiga, di rumah (alm) Eyang Kakung dan Eyang Putri. Sejak kecil dulu, tiap akhir tahun pasti kami mudik ke sana, ngumpul bareng2 para sepupu, tidur rame2 di kamar tidur atau ruang tengah rumah Eyang. Atau juga, ada yg tidur di kamar2 kos (rumah Eyang juga sedia kos2an) yg kosong ditinggal liburan para mahasiswanya.

Pagi2 ngantri mandi sambil ngobrol di ruang makan, juga sambil cemal cemil. Jajanan bubur cendil dan macam2, per pincuk masih 25 Rupiah. Seingatku, dulu selalu ada satu hari pesta duren. Kadang2, malam2 bersama sepupu2 kami pergi nonton ke bioskop. Bukan karena film nya bagus, tapi karena unik. Naik delman. Piknik ke Kopeng. Atau sekedar jalan2 ke pasar, paling pol untuk beli kado utk acara tukar kado. Pas di seberang rumah eyang, ada sekolah TK "Dana Warih", yg bisa kami lihat selagi ngobrol2 di teras depan.
Kadang2, kami juga pergi ke kota2 tetangga seperti Semarang dan Solo, bahkan sampai Yogyakarta, untuk mengunjungi saudara yg tinggal di sana atau sekedar belanja batik - dan njajan tentunya. Oh iya, juga nyekar ke sarean para eyang yut.


Rumah Eyang memang biasanya jadi pusat perayaan Natal sebab Eyang termasuk yg tertua. Saudara2 jauh datang, lalu biasanya ada kebaktian sebentar. Saudara2 yg bukan Kristen juga datang, ikut meramaikan. Masakan andalan Eyang: bakmoy dan sate babi, nggak ada duanya (sejak Eyang Putri sakit2an dan akhirnya meninggal, sudah nggak pernah ngicipi lagi yg kualitasnya serupa).

Menunggu saat2 pergantian taun, kami bergerombol nonton TV. Tengah malam, biasanya dapat kunjungan saudara2 lain. Salatiga kala itu sejuk dan aman, enak ke mana2 jam berapapun. Dan di mana2 pasti ada rumah saudara.
Pernah, pagi2 kami pergi jalan2 (tadinya niat jogging tapi kok capek.. hehe.. kekenyangan mungkin). Terus ada yang kebelet pengen ke WC, selalu bisa mampir ke rumah saudara dekat2 'lokasi kebelet'.

Jajanan, yg paling berkesan adalah warung baso-bakwan di pasar. Sampai sekarang masih ada, tapi nggak tau deh rasanya sudah berubah atau belum. Ada lagi tempat tahu gimbal tapi kok 2 th lalu pas ke sana, sudah tutup. Ada tempat sekoteng (enak, pake moci!) di klenteng, nyaris seberang2an dengan toko oleh2 "Toko Idjo" dan sebangsanya. Kadang2 kami makan di Rawa Pening, lesehan, dulu masih benar2 rawa tapi sekarang kabarnya sudah mulai kering..

Kami berhenti berkunjung ke Salatiga setelah Eyang Kakung meninggal, lebih dari 10 th yang lalu. Lalu Eyang Putri pindah ke Yogyakarta sampai akhirnya menyusul Eyang Kakung.
Natal2ku sekarang sudah berbeda, tapi belum ada yg ngalah2in memori Natalan di Salatiga..