Showing posts with label rafting. Show all posts
Showing posts with label rafting. Show all posts

Wednesday, May 7, 2008

Family Rafting at Cimanuk




A rafting trip arranged by friends for us and family at Cimanuk, Garut. Too bad I couldn't go with them into the river, for I had to stay with Lindri (who is considered too young to raft) as a 'dry team', along with Dadang's wife and their 3 y.o. daughter Paras. A very short post about Dhanu and Syb's experience can be read here: A Weekend Full of Firsts.

Sunday, May 4, 2008

A Weekend Full of Firsts

SATURDAY May 3rd, 2008

First rafting experience for Dhanu and Sybrand
Site: Cimanuk, Garut
Starting time: about 10.30
Finishing time: about 15.00
Participants: 36 adults and children
Fleet: 5 rafts

Sybrand
- Couldn't right away execute the fast orders shouted by the skipper, Mas Adri. He had to translate everything to his own language first, before conducting anything. If he ever got it correct, that is.
- Fell overboard twice, but not drifted. He held on to the boad whilst tumbling.
- Got sunburnt at the back of his hands, on his knees, and a bit on the face.
- Said that the experience doesn't stop him going for the next time.

Dhanu
- Only had to hold on to the rope that was stretched along the length of the raft. No problem.
- Turned out to be not squeamish about the experience. He enjoyed it, instead.
- Worried only when he saw Syb went overboard. "Are you okay?" he asked everytime Syb made it back inside the raft.
- No sunburn. Similar to his Ciwidey and Pawon adventures, this trip seemed to have gained his confidence. He'd like to go again some other time.

SUNDAY May 4th, 2008

First haircut for Lindri
Location: bathroom, home
Time: during bath, about 17.00
Duration: less than 10 minutes, including trimming
Hairdresser: Tita
Spectators: Kitchen crew

Lindri

- Has never had any haircut, ever before, in her life time
- Quite enjoyed the whole happening
- Thought she looks like Dora the Explorer now


Tita

- Has never cut any of her kids' hair, ever before
- Thought that Lindri's hair is too short now, but no matter, it will grow back
- Is relieved that - in the mean time - she's free from combing tangled long hair

Kitchen crew

- Expressed their deep regret for losing such wavy hair with golden streaks

Saturday, November 26, 2005

Serayu 1997


Bandung - Serayu (Purwokerto)

These drawings were made in 1997, telling about the National Whitewater Rafting Competition at Serayu River, Central Java. No, I wasn't one of the athletes - I was there only for the fun of it (and to meet friends, of course). A full story about this event, here (in Indonesian)

Serayu 1997




Iseng2, sambil ngerjain tulisan, seperti biasa saya mampir2 ke situs KCM (euh.. kadang2 ke Multiply juga sih.. hehe). Eh, ada berita (dan foto2) baru, ttg Kejurnas Arung Jeram 2005, kali ini di Citarum, Kab. Bandung. Langsung membangkitkan kenangan lama! Cihuyy.. istirahat otak bentar, tinggalin draft disertasi sejenak, saya lanjut ngGoogle utk cari berita2 lain ttg kejurnas ini. Di situs Sinar Harapan dapet satu artikel yg kutipannya demikian: "...kejurnas yang baru digelar kembali sejak 1997 tersebut." Wah, jadi sejak yang dulu itu, memang baru diadakan lagi th 2005 ini? Pantesan, di antara tahun2 itu belom pernah saya denger kabar lagi ttg acara ini.

Dulu itu ceritanya gini.. Th 1997 itu saya baru lulus kuliah, dan kerjanya hanya ngasisteni aja, sambil bantu2 di Lab Desain Produk. Waktu itu juga sedang proses melamar jadi CPNS (kan ceritanya mau jadi dosen). Ada temen seangkatan di Produk, yg sekaligus juga rekan senasib-sepenanggungan waktu TA dan proses pelamaran CPNS, Ihsan, yg adalah jurig ulin (setan main). Jalan ama Ihsan berarti nembus hutan-gunung, main di kali, dan sebangsanya. Sehingga pernah saya dikenalin ke grup arung jeramnya, UCanRaft, yg anggotanya emang cuma segelintir. Biarin, yg penting senang, bisa main perahu di kali!

Nah, Ihsan dan temen2 UCanRaft ini ngajak saya ikutan ke Kejurnas Arung Jeram-nya Marinir yg waktu itu diadain di kali Serayu, Jawa Tengah. Waktu itu saya nggak bisa berangkat bareng mereka, hanya bisa nyusul belakangan. Gampang sih, tinggal beli tiket bis malem dan berangkat dari terminal Cicaheum, Bandung. Subuh2 nyampe di "persimpangan ke mana saja" (terminal Secang), terus naik angkutan umum ke arah Serayu. Di 'angkot' ini tinggal nanya ama keneknya, lokasi arung jeram, mereka langsung tau dan nurunin saya di depan kali Serayu (bukan di depan camp, sebab - waktu itu udah pagi terang - saya kira orang2 toh bakal turun ke kali sebentar lagi). Sambil nunggu, saya permisi sama orang2 setempat utk numpang duduk di gardu di sisi jalan setapak, tempat strategis di deket gapura. Jadilah, saya ngobrol2 dengan warga lokal, sambil pasang mata ke gapura, di mana satu persatu para peserta masuk lokasi arung jeram. Nggak banyak yg kenal, lha saya bukan atlit arung jeram kok.. hehe.. jadi seneng juga waktu liat tampang familiar: si Punjung tukang kayak, anak SR'93.

Akhirnya, Ihsan dan teman2 datang! Saya segera pamitan dengan bapak2 di gardu, terus ikut rombongan Ihsan ke deket lokasi start. Kita buka tenda kecil di sana, buat duduk2. Di spot tempat kita duduk ini lebih banyak batu kalinya ketimbang tanahnya, jadi enak, gak becek. Dan bisa ngeliat jelas ke arah garis start di depan mata, sementara di belakang ada jalan setapak tempat orang2 nggotong raft ke titik start.
Nggak berapa lama kemudian, saya ketemu temen2 lain, kontingen dari Sulawesi Utara: tim Waraney. Beberapa bulan sebelumnya, waktu menemani ibu ke Manado, saya memang sempet main sama mereka, ikutan rafting dan kemping segala. Di antaranya, ada Kengkang (Franky Kowaas), yg pagi itu berkeras ngusahain saya utk bisa salaman sama temennya, Adjie Massaid (duh, nggak penting banget deh) - tapi kejadian juga. Eh tapi beneran sempet heboh, waktu Adjie turun sendiri (pake kayak), banyak ibu2 muda dan anak2 sekolah pada lari ke kali, sampe ikutan nyebur demi bisa mendekatinya.

Acaranya sendiri seru. Di th 97 ini masih dipisahkan antara kelas2 Militer dan Sipil (di th 2005, semua juara digabung, nggak ada pemisahan antara tim2 militer dan sipil). UCanRaft ikutan nomor rescue segala, yg nyebur si Rina, satu2nya 'rescuee' cewek waktu itu. Pendayungnya ya itu2 aja, abis orangnya emang cuma segitu.. haha.. Saya dan Ira (sekarang istri Ihsan), ngikutin dari tepian sungai, sampai ke garis finish juga. Lalu nontonin juga tim2 amatiran yg dengan susah payah ngangkut raft rame2 melalui jalan setapak, turun ke sungai. Sementara tim Marinir? Empat orang, berjalan cepat, hup hup hup, beres!
Agak sorean, aktivitas dihentikan karena volume sungai naik cepat. Tim penyisir segera menelusuri sungai utk memastikan bahwa tidak ada yg masih main di air. Saya dan tim UCanRaft sempet keliling2 sebentar nyari tempat mandi. Tadinya sempet mampir2 ke warung2 pinggir jalan yg ada MCK umumnya, nyari2 yg rada bersih. Tapi ya, jadinya seadanya lah, yg penting kebutuhan inti sudah terlampiaskan :D Di camp, saya nebeng di tendanya tim UCanRaft, mereka banyak punya dipan sisa, jadi nggak masalah.

Nah sore2 begini, yg tadinya mau dipake istirahat, jadi dipake utk buru2. Tau2 ada orang ngelongok ke tenda kita, nyari Ihsan. Ternyata masih kerabatnya, yg bilang ada pesan urgent utk Ihsan, dan Ihsan harus cari wartel terdekat utk nelpon ke oom-nya yg tinggal deket situ. Naik kijangnya UCanRaft, Ihsan saya temani mencari kabar dadakan itu. Ternyata oh ternyata, kabar mendadak itu berlaku juga buat saya: bahwa besok paginya akan ada tes CPNS: wawancara dan tertulis dari fakultas, tak bisa dijadual ulang!
Kita langsung balik ke camp dan buru2 cerita ke tim, sebelum segera pamit lagi utk balik ke Bandung. Hari mulai gelap, saya dan Ihsan nyari angkutan umum ke terminal bis terdekat, beli tiket bis malem utk ke Bandung. Seinget saya, udah lewat tengah malam setibanya kami di Cicaheum. Saya ikut Ihsan naik angkot ke rumahnya (di daerah Dipati Ukur), lalu dari situ dia anter saya ke rumah (sekitar Kanayakan Dago). Sisa dini hari, sebisa mungkin, dipake tidur..

..Paginya, jam 7-an sudah langsung mandi dan dandan rapih-sopan. Nyampe sekolah lagi jam 8-an, Ihsan juga udah di sana, bareng teman2 para pelamar CPNS. Tes hari itu ternyata hanya omong2 sebentar dengan dekan, terus masing2 diberi pertanyaan tertulis yg harus diselesaikan sebelum jam dua siang. Saya dan Ihsan langsung buru2 ngerjain tugas itu di kantor Produk (gampang, intinya harus nulis motivasi: kenapa ingin jadi dosen), serahin tulisan jam 12 siang, terus kami langsung ganti baju dan berangkat ngebis, balik ke Serayu lagi!

Sampai Serayu waktu itu dini hari. Saya dan Ihsan meraba2 jalan menuju tenda, terus rebahan di dipan2 kosong tanpa mbangunin siapapun, tidur sampe matahari terbit. Hari ini acara berlangsung cukup seru. Sayang, Ihsan tumbeng setelah p-p Serayu-Bandung, jadi dia nggak bisa ikutan ngedayung hari itu. Siang itu juga saya banyakan ngobrol sama Kengkang, yg malam sebelumnya ternyata bertandang ke tenda UCanRaft (tapi nggak ketemu saya - mana tau dia kalau saya dan Ihsan dipanggil mendadak ke Bandung).
Saya sempet juga ngeliat2 T-shirt kenang2an yg dijual saat acara berlangsung. Haduh, bener2 nyesel, saya dan Ihsan nggak sempet bikin kaos buat dijual2in, sebab kami yakin hasilnya lebih bagus dan pasti laris! Hahahaha! Agak sorean, kejuaraan berakhir dan masing2 tim kembali bersiap di camp, utk menghadiri upacara penutupan di alun2. Saya dan tim UCanRaft berkijang, mampir ke rumah orang tuanya teman seorang member UCanRaft (nah lo, panjang kan?), apa lagi kalo bukan utk menumpang mandi. Ini rumah model tua di Jawa Tengah, yg kamar mandinya guede banget (dan sekaligus tempat cuci baju), yg cuma diterangi satu bola lampu, lantainya semen, dindingnya semen dan tegel, dan airnya duingiiinn. Lagi2, basuh2 seadanya aja.. hehe.. lagian nggabisa lama2, kan kamar mandi harus dipake bergantian.

Sekitar jam tujuh malam, kita berangkat ke alun2. Di tengah lapangan, keliatan barisan rapih (Marinir) dan tidak rapih (peserta kejurnas lain). Saya nggak ikutan baris dong ah, tapi cuma nongkrong di pinggir lapangan, bareng Ihsan dan penduduk setempat yg ikutan nonton upacara penutupan. Rame, euy, setelah selesai pidato2 dan penyerahan penghargaan ke para juara, ada kembang api segala. Setelah bubaran upacara, semua pergi makan malam ke balai kota (asik makaaan).

Setelah makan malam, tim UCanRaft berangkat balik ke Bandung dengan kijang mereka itu. Saya nggak ikutan, sebab besoknya toh harus ke Yogyakarta, ke kawinan sepupu. Jadilah malam itu saya nebeng tenda lain utk menumpang tidur: atas ijin Kengkang, di tenda anak2 Waraney. Anak2 UCanRaft berangkat langsung dari balai kota. Saya ikut kembali ke camp dengan para peserta kejurnas, rame2 naik truk. Sempet ada insiden nggak jelas di jalan, yg melibatkan penggebugan entah siapa oleh siapa :(
Malam itu di camp sebenernya masih ada acara lagi: api unggun, nyanyi2 dan dansa dansi (poco-poco, lho.. hehe). Tapi apa daya, udah ngantuk banget dan harus simpan tenaga buat ke Yogya besoknya. Saya segera pilih dipan yg kosong, utk ngegabruk tidur.

Pagi2 sekali, Kengkang nraktir teh panas, tempe dan pisang goreng di warung di depan kompleks perkemahan, terus kita siap2 berkemas utk bubar. Saya yg mestinya sudah tinggal angkat ransel dan berangkat, malah jadi ikutan duduk2 di tenda sambil ngobrol2 ngalor ngidul. Orang2 keliatan bener pada enggan berangkat, masih menikmati suasana, sampai pada akhirnya tim Marinir datang utk mberesin tenda. "Mas-mas, mbak-mbak, dimohon pengertiannya!", begitu ucap seorang komandan dengan tegas- (dan keras)nya ke arah kita. Dengan segera kami beringsut keluar tenda, yg segera dirubuhkan dengan terampil dan dikemas rapih dalam waktu singkat.
Sebelum bubaran, Kengkang memberikan kaos tim Waraney-nya ke saya. Untuk kenang2an, katanya. Saya tolak. Ini banyak yang mau lho, katanya. Masih saya tolak. Kamu nggak kasihan sama saya, sampe mengiba begini? Akhirnya saya terima :P (sekarang masih tersimpan rapih, somewhere di lemari rumah Bandung).

Dari tepian jalan, saya setop angkutan ke arah Secang, melambai ke Kengkang, langsung melanjutkan perjalanan ke Yogya. Setiba di Yogya, saya langsung ke hotel tempat keluarga menginap, menemukan kamar sedang kosong (krn semua sedang ke rumah sepupu yg nikahan itu), dan dengan senang hati ketemu kamar mandi berair hangat dan bed empuk!

Demikian cerita th 1997, delapan tahun yg lalu, yg tergali lagi gara2 baca berita. Heh.

Ttg Kejurnas di Serayu th 97 ini bisa dibaca di sini
Ttg Kejurnas th 2005 ini, beritanya antara lain ada di Sinar Harapan dan Kapanlagi.com
Lebih lengkap ttg Kejurnas 2005, ada di situs Federasi Arung Jeram Indonesia

Ilustrasi: detail dari diary-sketsa saat itu - lengkapnya bisa dilihat di sini.