Saturday, March 8, 2008

Granted Wishes ...and Wishing for More!

Friday afternoon, hours after the appointed time, what I've been longing for finally landed in my hands: Chris Ware's Acme Novelty Date Book Vol. 2 and Lat's Town Boy (the one published by FirstSecond)! Many thanks to R, who carried those old-wishes of mine! The rest of the afternoon (that wasn't much) was spent with me drowning in those books. Reviews will definitely be written, as soon as I can allocate some blocks of my brain for them. In the mean time, I can say that I am content. ... Or am I?

Greediness taking over, I know I want more. I want 100 Bullets TPB #13. R showed me a Trondheim's Little Nothings: The Curse of the Umbrella that he purchased at the same time he got Ware's and Lat's books for me. I want that, too! I also want Three Shadows that will be published in April, 2008. Follow the links below in case you're wondering why these books distract me a lot.

Right, now back to work and please excuse my sudden outburst for comics. sigh... I guess I'm just missing the days of hanging aimlessly at Lambiek pretty much...


100 Bullets UK fan site: http://www.100bullets.sevenpennynightmare.co.uk/

Lat Town Boy excerpt: http://www.firstsecondbooks.com/townBoy.html
     
Three Shadows excerpt:
at FirstSecond http://www.firstsecondbooks.com/threeShadows.html 
at NYE http://nymag.com/daily/entertainment/2008/02/comics_shadows.html#more

Lewis Trondheim Nothing Diaries at FirstSecond: http://firstsecondbooks.typepad.com/mainblog/lewis_trondheim_guest_blogger/index.html

Monday, March 3, 2008

Happy 70th Birthday, Eyang Bapak!

Dear Eyang Bapak,

I didn't go to school today, Eyang, because Bapak said it's better for me to stay home and rest, because he said I coughed the whole night although I don't remember that. Lindri went to school with Ibu this morning, then Ibu went to her working place: a school for big people. I stayed home with Bapak, where I did some writing and math exercise and drawing.

Here's one for you, it's a present for your 70th birthday. 70 is a lot, Eyang!

My drawing is about a big colourful jeep called "Rainbow Jeep", with chain wheels that is Asa's favourite. The yellow vehicles below and above are its aids. The big robot at the left side is a friend, whose fingers can be extended to form a drilling head. The colourless things are enemies. Look, there's one under the ground that's an insect and there's another one nearby the jeep, in the tree. See the flying harpoon, Eyang? Follow the rope and you can see its storage.

I hope you like it and I wish to come over soon to celebrate your birthday and eat birthday cake with everyone!

Kisses from Bandung,
Dhanu

Sunday, March 2, 2008

Andrea Hirata, Lewis Carroll, The Naked Traveler

Apa hubungannya nama-nama di judul itu? Dalam satu kalimat, ringkasnya begini: Di sebuah acara ngobrol-ngobrol dengan Andrea Hirata, saya berhasil menebak judul buku karangan Lewis Carroll, sehingga berhak mendapatkan hadiah buku berjudul The Naked Traveler. Versi lebih panjangnya, adalah yang di bawah ini:

Lagi-lagi Laskar Pelangi
Mungkin untuk kesekian ratus kalinya Andrea diminta mengisi acara jumpa penulis sejak angka penjualan tetralogi Laskar Pelanginya melejit. Tapi bagi banyak orang, masih saja acara semacam ini merupakan pertama kalinya bagi mereka untuk mendapat kesempatan melihat langsung atau bertemu dengan Andrea. Bagi saya, ini kali kedua. Saya datang lagi karena kebetulan venue-nya dekat sekali dengan lokasi saya berkeliaran hari Kamis tgl 28 Feb itu: di Campus Center ITB. Sayang waktunya pas di jam saya mengajar, jadi saya hanya bisa datang sebelum acara dimulai, dan ketika acara sudah berjalan lama. Sesi tanya-jawab sedang berlangsung ketika saya memasuki auditorium CC yang terisi penuh sesak itu.
Pertanyaan-pertanyaan yang dilancarkan rata-rata serupa dengan yang pernah saya dengar. Saya saja bosan, gimana Andrea, ya? Tapi tetap saja dia bisa menjawab dengan sabar dan penuh senyum, tanpa menyebalkan siapa pun. Cara bicaranya pun jelas dan sistematis, tapi cukup memikat dengan selingan cerita ringan di sana-sini.

Apa yang Baru?
Mungkin bukan berita baru bagi orang lain, tapi baru bagi saya. Bahwa Andrea akan pulang ke Belitung, meninggalkan Bandung (dan most likely pekerjaannya di Telkom). Untuk menjalankan sebuah sekolah yang telah dirancangnya sedemikian rupa sehingga anak-anak lokal dapat belajar di sana dengan gratis, guru-gurunya adalah para relawan yang tidak digaji, yang bersedia menyediakan sekitar dua minggu untuk bekerja di sana. Pelajaran yang akan ditawarkan adalah ilmu-ilmu pasti: Matematika, Fisika, Biologi, Kimia. Sehingga saya gembira ketika salah seorang yang hadir (seorang mahasiswa Desain Produk ☺) bertanya, “Seberapa pentingnya, menurut Andrea, ketrampilan seperti yang dimiliki Mahar dalam Laskar Pelangi?” Jawaban Andrea ternyata sepakat dengan pendapat saya, seputar keseimbangan otak dan multiple intelligence. Memuaskan.

Hal-hal lain yang dibahas dan cukup membekas di benak saya adalah seputar “jiwa guru” (tidak setiap orang memilikinya), mengenai rumitnya wanita (makanya Maryamah Karpov nggak selesai-selesai), tentang kehebatan Lintang dalam memecahkan persoalan matematika tingkat tinggi (manusia unik!), konsep MLM intelektual (sebarkan ‘konsumtivisme’ terhadap ilmu, bukan harta benda), dan himbauan agar tidak membeli buku bajakan (yang jadi kaya itu bukan penulis atau penerbit, tapi toko!). Disinggung juga mengenai pembuatan film Laskar Pelangi oleh MiLes production, dengan sutradara Riri Riza. Ah, ini pernah saya bahas sedikit di GoodReads, jadi nggak perlu diulang di sini. Selama Andrea memegang keyakinan bahwa film berdasarkan novel yang sukses itu adalah yang isinya tidak sama dengan novelnya, saya mestinya juga percaya pada keoptimisannya.

Lewis Carroll
Salah satu pertanyaan, kalau nggak salah, mengenai pemahaman seseorang akan teori-teori kesusastraan untuk dapat menjadi penulis yang berhasil. Pihak penerbit yang juga menjadi pembicara langsung mengambil alih, dengan sebuah kuis, “Ada seorang bergelar PhD di bidang matematika, tapi mengarang novel yang sukses dengan nama samaran Lewis Carroll. Yang bisa menyebutkan judul novelnya, dapat hadiah buku!”. Wah, jelas banget ini! Langsung saya angkat tangan, “Alice: Through the Looking-Glass!” (fiuh.. untung ingat untuk tidak menyebut judul versi kartun Disney-nya, Alice in Wonderland). Maka saya berhak mendapatkan buku The Naked Traveler yang sebelumnya telah dikibar-kibarkan di podium. Ha, kebetulan, saya belum punya yang ini!   

The Naked Traveler
Saya memang pernah mampir ke blog Trinity dalam dua tahun belakangan ini, dan memang menikmati cerita-ceritanya. Ringkas, cukup berisi, namun dapat disampaikan dengan gaya yang ringan dan santai. Tapi ada peristiwa yang membuat saya berhenti membaca blog-nya. Saya menemukan salah satu ilustrasi pada entry-nya yang mirip sekali dengan Jimmy Corrigan-nya Chris Ware, tapi tanpa kredit di mana pun. Jadi wajar saya bertanya lewat kolom komentarnya, mengenai sumber dari ilustrasi tersebut. Pertanyaan saya tidak pernah mendapat tanggapan, namun ilustrasi tersebut telah diganti dengan yang lain. Sejak itu saya jadi malas bertandang kembali ke blog-nya.
 
Sekarang entries-nya sudah dibukukan. Dan rupanya buku ini cocok untuk menemani saya di perjalanan Bandung-Jakarta akhir pekan lalu. Gayanya masih tetap sama, dan memang di beberapa hal kelakuannya mirip dengan saya, tapi di banyak hal juga bertentangan. Anyway, sedikit-banyaknya, saya masih bisa relate to the stories. Oke, review komplitnya kapan-kapan aja deh.

Begitulah kira-kira ringkasnya acara hari Kamis tersebut. Mohon dimaklumi bila ada yang terlewat, karena Jumat pagi hingga Sabtu malam saya on the move terus di Jakarta, dan baru hari Minggu malam ini bisa menulis agak santai. Salut untuk Bang Andrea yang tetap membumi meskipun karyanya sudah melangit, juga untuk penyelenggara acara dan semua pihak yang memungkinkan kita menikmati karya-karya unik semacam tetralogi Laskar Pelangi ini! Applause! 

Paling atas: foto Pantai Punai dari http://www.belitungisland.com/

Drunken Monster #3: "Ketika main kucing-kucingan..."




Drunken Monster #2: "Tidak jadi dekan lagi karena..."




Saturday, March 1, 2008

Drunken Monster #1: "Saya hanya diam kalau..."




Fragmen dari acara launching Drunken Monster di Aksara Kemang, Jakarta, direkam oleh Tiyas. Setiap ketawa, kameranya ikut bergetar, jadi mohon maklum ya.

Coffee Club (Plaza Senayan)




Setelah acara peluncuran buku Kuliner (Jalansutra) di Menteng, saya dan Tiyas ketemuan di Kinokuniya Plaza Senayan. Berharap masih ada korting untuk graphic novel (ternyata tidak), atau sudah ada 100 Bullets yg terbaru (ternyata belum). Keluar dari Kinokuniya dengan tangan hampa, kita cari hotspot. Ternyata (katanya) cuma ada dI Coffee Club. Ya udah deh, daripada sama sekali nggak dapet apa2 dari mana2, mending duduk2 makan sambil browsing.

Ternyata Internet-nya nggak gratis: harus beli voucher CBN. Ya udah nggapapa, beli yg 30ribuan aja (utk 2 jam). Sambil ngeteh2 dan snacking (berat.. hehe). A bit on the expensive side, though. Carrot cake-nya enak di gigitan dan kecapan pertama, tapi teksturnya belakangan agak aneh di rongga mulut. Icing-nya okelah. Chicken cordon bleu balls-nya lumayan, tp mestinya bisa lebih tasty lagi di bagian crunch-nya. Dip-nya seperti mustard tapi manis. Tehnya enak!

1 Carrot cake 22,5K
1 Chicken cordon bleu balls 27K
1 Peach garden 27,5K
1 Red Berry 27,5K

Coffee Club
Level I No. 1 Plaza Senayan
Jl. Asia Afrika No. 8 Jakarta 10720
T/F: +62 (21) 573 0910